vibrasi pada turbin gas

Inilah Resiko dan Bahaya Vibrasi pada Turbin Gas

Mesin Industri

Turbin gas/ Gas-turbine adalah suatu alat yang memanfaatkan gas sebagai fluida untuk memutar turbin dengan memanfaatkan kompresor dan mesin pembakaran internal. Di dalam turbin gas, energi kinetik dikonversikan menjadi energi mekanik melalui udara bertekanan yang memutar sudu turbin sehingga menghasilkan daya. Sistem turbin gas terdiri dari tiga komponen utama, yaitu kompresor, ruang bakar dan turbin.

Turbin gas digunakan sebagai penggerak generator listrik. Agar turbin dapat berputar, dibutuhkan beberapa komponen yang lain. Turbin gas merupakan serangkain komponen yang dirangkai menjadi kesatuan yang dinamakan siklus brayton. Siklus ini terdiri dari kompresor, combuster, dan turbin.  Agar turbin gas dapat beroperasi dengan baik dan seefisien mungkin, turbin gas diperlukan peralatan-peralatan lain seperti lubrication system, control system, cooling system, fuel system, dan lain-lain.

Pada pembangkit listrik, turbin gas tidak hanya digunakan untuk menggerakkan generator listrik. Akan tetapi turbin gas ini juga digunakan sebagai pemanas ada HRSG (Heat Recovery SteamGenerator). Temperatur pada sisi exhaust turbine masih cukup tinggi. Apabila gas sisa dari turbin gas dibuang ke atmosfir akan sia-sia.

Timbulnya getaran atau vibrasi sangat dihindari oleh para engineering, apalagi jika getaran tersebut muncul dari blade turbin gas. Efek dari getaran pada bagian blade turbin dapat merambat sehingga seluruh bagian mesin ikut bergetar. Jika sumber getaran blade terus bergetar maka dapat menyebabkan kelelahan parah pada turbin.

Jika getaran atau vibrasi terjadi karena disebabkan oleh keausan atau kelonggaran sistem  mekanis maka integritas struktural dari seluruh sistem putaran turbin sangat beresiko. Nantinya, vibrasi blade dapat memberikan tekanan yang berlebih pada komponen disekitarnya sehingga dapat mengakibatkan pembentukan retakan.

Selain itu, getaran atau vibrasi blade turbin tunggal juga dapat menyebabkan getaran yang diinduksi pada blade yang berdekatan. Bukan itu saja, vibrasi blade juga dapat mengubah kinerja aerodinamis pada mesin industri.

Kondisi lain timbulnya vibrasi blade pada turbin gas karena tekanan dinamis. Biasanya tidak menjadi masalah jika getarannya masih sedikit dan masih sesuai dengan natural frequency. Salah satu alasanya karena blade turbin tidak terpasang erat ke hub sehingga bergerak sedikit.

Getaran blade berpotensi menyebabkan kelelahan dan retak pada bagian blade turbin yang memiliki tekanan tinggi, kondisi ini biasanya bisanya terjadi pada pusat blade yang berhadapan dengan rotor. Dalam kasus terburuk, vibrasi blade dapat menyebabkan kegagalan total blade, berpotensi mematikan blade, dan kegagalan total pada seluruh bagian turbin gas.

Untuk menghindari terjadinya vibrasi seperti ini sebaiknya dilakukan preventive maintenance dan juga condition monitoring termasuk vibration analysis sehingga jika terjadi getaran yang menandakan adanya kerusakan bisa langsung diketahui dan diperbaiki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *