pengujian pengelasan

Metode Pengujian Hasil Pengelasan

Pengujian Industri

Setiap material ataupun komponen yang dilas maka harus diuji kualitas hasil pengelasannya, apakah sudah sesuai dengan standart yang ditentukan atau belum. Adapun proses pengujiannya dilakukan secara bertahap yaitu sebelum pengelasan, ketika pengelasan berlangsung dan juga pada saat pengeleasan selesai dilakukan.

Pemeriksaan Sebelum Pengelasan

Melakukan pemeriksaan semua peralatan las dan peralatan pendukung lainnya yang akan digunakan seperti pasokan listrik, mesin las, kaca mata safety, sarung tangan las, dan lainnya.

Selain itu, pastikan juga elektroda yang digunakan sudah sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada bagian WPS. Setelah semua peralatan sudah siap, berikutnya perhatikan kebersihan pada benda kerja yang akan dilas dan juga gambaran posisi pengelasan.

Melakukan pengaturan suhu las dan juga besarnya voltase listrik yang dipakai pada mesin las. Namun, jika menggunakan tabung las maka tidak perlu menggunakan listrik.

Selain itu, pemeriksaan ini juga berlaku untuk operator tujuannya untuk mengetahui apakah operator tersebut memiliki kemampuan dan pengalaman dalam pengelasan.

Semua proses pmeriksaan sebelum pengelasan ini nantinya akan dibuat laporan secara tulis sehingga nantinya bisa dijadikan data analisa ketika terjadi masalah.

 

pengujian las
Proses Pengelasan

 

Pemeriksaan Ketika Pengelasan Berlangsung

Pemeriksaan ini dilakukan agar proses pengelesan dapat berjalan sesuai dengan ketentuan dan arahan yang sudah dibuat. Melakukan pemantauan setiap jalur las dan menganalisa apakah ada potensi terjadinya distorsi pada hasil lasan.

Pemeriksaan seperti ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung, apakah ada bagian yang berlubang, bentuk manik las, kedalaman peneterasi las, dan juga tingkat kesempurnaan fusi pada las.

Setelah semuanya sudah diamati dengan baik selanjutnya melakukan pengujian hasil pengelasan yang sudah dilakukan.

Pemeriksaan Hasil Pengelasan

Sebelumnya memang ada pengujian secara visual, tapi pengujian tersebut belum akurat maka harus dilakukan pengujian lainnya untuk menguji kualitas ulasannya yaitu dengan melakukan pengujian destruktif dan non destruktif (NDT).

Pengujian Destruktif

Disebut sebagai pengujian destruktif atau merusak karena memang proses pengujiannya dapat merusak hasil pengelesannya. Namun, yang diuji hanya material yang dilas dalam skala kecil bukan keseluruhan. Adapun beberapa jenis pengujian destruktif diantaranya :

Pengujian Kimia (Chemical Tests)

Pengujian ini menggunakan bahan kimia untuk menguji hasil pengelasan. Metode yang digunakan diantaranya untuk pengujian korosi dan pengujian hydrogen terfusi.

Pengujian Mekanikal (Mechanical Tests)

Pengujian ini dilakukan menggunakan alat bantu tergantung dari jenis metode yang digunakan untuk menguji hasil pengulisan. Berikut ini beberapa macam pengujian mekanikal :

Tensile Test (Uji Tarik) : pengujian ini dilakukan untuk menguji kekuatan sambungan las

Uji Tekan (Bend Test) :  pengujian ini dilakukan untuk menganalisa kekuatan maksimal struktur dan elastisitas hasil lasan.

pengujian las
pic source : esa.int

Kedua pengujian ini menggunakan alat atau mesin pengujian yang sering disebut Universal Testing Machine (UTM).

Uji Kekerasan (Hardness Test) : sesuai dengan namanya, pengujian ini dilakukan untuk menganalisa tingkat kekerasan dan ketahanan sambungan las. Ada 4 macam uji kekerasan yaitu Brinell, Rockwell, Vickers dan Shore. Pengujian ini menggunakan alat yang disebut hardness tester.

Pengujian Non-Destruktif

Pengujian non Destruktif dilakukan tanpa merusak material atau komponen industri sehingga tetap bisa digunakan. Berikut ini beberapa jenis pengujian NDT untuk pengelasan :

Pemeriksaan Radiografik (RT)

Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan gamma ray atau yang lebih dieknal dengan x-ray. Dengan melakukan pengujian radiografik, maka segala indikasi kerusakan seperti terjadi retakan, kerak, fusi yang tidak sempurna, dan porositas bisa langsung terdeteksi. Namun, pengujian ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang atau perusahaan yang sudah memiliki sertifikasi.

Pemeriksaan Ultrasonik (UT)

Selain Xray, ada juga metode pengujian hasil pengelasan lainnya yang disebut ultrasonic testing. Cara kerjanya sederhana, pengujian ini menggunakan alat bernama ultrasonic flaw detector dimana alat ini akan menembak gelombang dengan frekuensi yang tinggi ke lokasi atau objek pengelasan.

pengujian las

Jika terjadi cacat maka akan terlihat adanya perbedaan hasil pantulan frekuensi pada layar monitor. Nantinya, hasil pengamatan ini akan dianalisa sejauh mana tingkat kerusakan atau cacat pada hasil pengelasan.

Magnetic Particle Test

Pengujian ini memanfaatkan gaya magnet untuk menganalisa adanya cacat pada hasil pengelasan. Alat yang digunakan untuk melakukan pengujian ini adalah magnetic testing.

Penetrant Test

Pengujian ini menggunakan cairan berwarana merah untuk menunjukan lokasi yang cacat pada hasil pengelasan seperti retak, celah yang terbuka, goresan yang tidak rata dan lainnya. Apabali ada indikasi cacat maka cairan berwarna merah tersebut akan masuk ke dalam celah. Nantinya, cairan tersebut akan mengembang dan muncul ke permukaan sehingga bisa dilihat secara langsung bahwa ada bagian lasan yang cacat.

Dengan melakukan pengujian pada hasil pengelasan maka jika ada indikasi cacat bisa langsung diperbaiki atau diulangi kembali proses pengelasannya sehinga nantinya hasil pengelasan menjadi lebih sempurna. Jika Anda tidak memiliki pengalaman dalam melakukan pengujian NDT maka Anda bisa menggunakan layanan atau jasa NDT yang ada di Testindo.com

Informasi pemesanan silakan hubungi kami di nomor Telepon : 021 29563045 dan email : sales@testindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *