vibration meter

Pengujian Mesin Produksi Menggunakan Vibration Meter

Mesin Industri

Vibration Meter – Pada setiap industri yang ada di dunia, mereka umumnya memiliki setidaknya 1 mesin dengan ukuran yang besar, mesin tersebut dapat memproduksi barang secara massal setiap harinya, setelah itu barang barang tersebut akan dikirim maupun dijual langsung kepada konsumen.

Untuk mesin produksi biasanya akan bekerja tanpa henti dengan cara berputar terus menerus, mesin akan berhenti jika target produk sudah tercapai semuanya. Pada saat melakukan produksi mesin tentu akan mengalami getaran yang mana getaran tersebut dapat menyebabkan mesin rusak secara perlahan, kerusakan yang ditimbulkannya seperti gear motor ataupun rantai yang terdapat di dalam mesin. Jika hal tersebut terjadi perputaran pada mesin tidak akan seimbang dan teratur lagi.

Sebelum mesin mengalami rusak total, mesin akan mengalami beberapa gejala seperti kerusakan kecil yang mempengaruhi perputaran pada mesin, kerusakan tersebut dapat kita lakukan analisa dengan menggunakan getaran. Poros utama pada mesin ialah perputaran tersebut, karena menjadi poros mesin dapat bergerak. Itulah sebabnya kita harus melakukan perawatan secara rutin terhadap mesin dengan cara mengetahui perputarannya.

Vibration meter adalah salah satu alat yang dapat melakukan pengamatan terhadap getaran. Alat ini berfungsi untuk melakukan kontrol lalu akan menganalisa mesin secara berskala, dan jika sesuatu yang aneh terjadi pada mesin, maka alat akan langsung mendeteksi dan akan langsung dilakukan perbaikan.

vibration meter

Cara penggunaan pada alat ini sangat sederhana, hanya dengan menempelkan alat pada vibration meter pada mesin, lalu setelah itu magnetik pada alat akan mengirimkan data melalui kabel menuju ke Reading Unit. Setelah hasil diketahui, maka alat akan menampilkan hasil pada layar monitor, dan hasil dari pengujian tersebut dapat kita jadikan bahan untuk dianalisa lebih lanjut.

Nilai yang dihasilkan tersebut dilakukan analisa lebih lanjut dengan tujuan agar kita dapat menentukan mesin sudah masuk ke dalam kriteria aman atau belum, serta nilai yang didapatkan sebelumnya dapat dijadikan acuan untuk mesin agar tidak mengalami overheat. Serta data yang sudah didapatkan akan disimpan sebagai persiapan jika alat mengalami kerusakan lagi.

 

Sumber : Testing Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *