Uji Performa Kendaraan Menggunakan Chassis Dynamometer

Alat Industri

Blog.testindo.com РDynamometer merupakan alat pengujian yang dilakukan intuk mengukur seberapa besar daya dan torsi maksimal yang dihasilkan oleh suatu kendaraan dan pada Rpm berapa kendaraan tersebut menghasilkan daya dan torsi maksimal tersebut. dynamometer memiliki berbagai jenis sesuai dengan penggunaanya. Ada mesin chassis dynamometer yang digunakan untuk pengujian kendaraan roda 2 atau roda empat, engine dynamometer untuk pengujian engine saja, transmission dynamometer untuk pengujian transmisi.

Tujuan dilakukan pengujian dengan menggunakan mesin dynotest ini yaitu, untuk mengetahui apakah kondisi mesin sudah sesuai dengan yang diharapkan. Selain daya dan torsi, output pengujiannya juga mengukur emisi gas buang serta perbandingan bahan bakar dan udara (AFR Ratio).

  • Daya
    Daya atu power merupakan tenaga yang dihasilkan oleh kendaraan untuk mencapai top speednya atau kecepatan tertinggi kendaraan tersebut. semakin besar daya maka semakin tinggi top speed yang yang dihasilkan. Satuan daya yaitu HP (Horse Power) atau Kw (Kilo Watt).
  • Torsi
    Torsi yaitu tenaga yang dibutuhkan oleh kendaraan dari keadaan diam sampai kendaraan bergerak. Torsi identik atau sering dikenal dengan akselerasi, semakin tinggi akselerasi maka waktu yang dibutuhkan kendaraan dari keadaan diam sampai bergerak akan semakin sedikit. Satuan torsi yaitu Nm (Newton Meter).
  • Rpm (Revolution Per Minute)
    Merupakan satuan kecepatan yang digunakan untuk kecepatan perputaran terhadap sebuah sumbu. Rpm pada pengujian menunjukkan hasil berapa putaran poros engkol atau crankshaft dalam satu menit. Jadi pada hasil pengujian chassis dynamometer dapat diketahui pada Rpm berapa daya dan torsi maksimal yang dihasilkan oleh kendaraan
  • AFR Ratio
    Atau lebih dikenal dengan perbandingan campuran bahan bakar dan udara. AFR Ratio sangat berguna untuk mengetahui apakah campuran bahan bakar dan udara dari kendaraan tersebut sudah ideal, campurannya kurus atau gemuk. Karena jika campuran bahan bakar dan udara tidak ideal maka akan mempengaruhi peforma kendaraan. Jika campuran kurus akan mengakibatkan tenaga yang dihasilkan kendaran berkurang dan akan menyebabkan detonasi atau ngelitik. Sedangkan jika campuran gemuk atau kaya maka akan menyebabkan konsumsi bahan bakar lebih boros dan akan menimbulkan asap hitam karena bahan bakar yang masuk ke ruang bakar tidak terbakar seluruhnya.
Cara Kerja Chassis Dynamometer

Berdasarkan cara kerjanya chassis dynamometer terbagi atas 2 jenis yaitu :

  • Axle Dynamometer
    Cara pengujian dengan menggunakan axle dynamometer yaitu, masing- masing axle atau As roda kendaraan dihubungkan ke alat pengujiannya. Sebelum pengujian roda kendaraan harus dilepas terlebih dahulu, kemudian dipasang alat uji pada As roda tersebut. jadi alat uji yang telah terhubung ke as roda akan memutar as roda kendaraan dan hasil pengujian akan diproses dan ditampilkan pada display monitor pengujian.
  • On Wheel Dynamometer
    Pengujian dengan menggunakan on wheel dynamometer dilakukan dengan cara kendaraan berada diatas chassis dynamometer dengan ban kendaraan berada diatas roller dynamometer. Jadi ban kendaraan yang bertumpu pada roller, saat ban kendaraan berputar maka roller akan ikut berputar, dan kemudian hasil pengujian akan ditampilkan pada display monitor alat uji.
Tips Perawatan Chassis Dynamometer

Beberapa Tips dalam perawatan mesin chassis dynamometer

  • Kebersihan ruangan dan alat uji

Sangat penting dalam menjaga kebersihan alat dan ruangan uji karena chassis dyno komponennya dominan oleh besi, pelat baja yang perlu dibersihkan agar tidak karatan.

  • Pemeliharaan Alat Uji

Pemeliharaan alat uji bisa dilakukan dengan melakukan prosedur pengujian secara tepat.
Beberapa Parameter Hasil Pengujian Dari Chassis dynamometer

  • Lakukan Kalibrasi pada Alat Uji

Lakukanlah kalibrasi pada alat pengujian anda setidaknya 1 kali dalam tahun, karna proses kalibrasi ini juga dapat memperpanjang umur dari alat pengujian anda jika dibarengi dengan pengelolaan dan pemeliharaan yang tepat pada alat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *